Thursday, February 3, 2011

Bertemu dengannya membuat hati ini bergerak
bergerak seperti jalanan jakarta yang tidak pernah sepi
bergerak tidak seriama tidak seperti musik

melihat dia dengan penampilan barunya
ingin rasanya memeluk dirinya
namun rasa itu hanya tersampaikan sebagai wacana
seperti wacana sang api kepada kayu yang membakarnya menjadi abu

mendegar dia tertawa ingin seakali menjahilinya
menjahili agar bisa selalu terawa lepas tanpa ada beban

tingkah yang ada tidak akan terlaksana
semua itu hanya ada di angan
yang tidak akan menjadi kenyataan di dunia realita.



Saturday, January 15, 2011

Mungkin postingan kali ini akan bercerita dia. Dia seorang wanita yang indah untuk disayangin dan dipeluk serta dijaga segala yang ada didalam dirinya. Namun sekarang saya sudah tidak bisa mendarakan kasih sayang saya kepadanya.

Teringat kembali masa-masa indah dengan dia. Masa-masa dimana kita melakukan canda dan tawa. Melakukan semua nya tanpa ada beban. kami sering bercengkrama dengan hal-hal imajinasi yang sangat membuat dunia ini terasa milik kita berdua. kami juga berbicara dan menutup kedua mata kita untuk melihat suatu kenindahan dunia.

Banyak hal yang saya lakukan dengannya. Berjalan hingga larut malamnya Jakarta. Bercanda dengan indahnya kemacetan ibu kota. Bertengkar dengan kedamaian suasana ramai.

Bertukar pikiran dan bercerita tentang hari yang telah kita lalui pada saat tidak saling bertemu. Bersama-sama mencela seseorang yang hanya boleh terdengar oleh seekor kucing bernama “taku”

Sering kali kami menari-nari diatas sebuah alas bertanda panah empat dan lima yang diikuti dengan lantunan musik dari band-band asal jepang dan korea. Hal yang selama ini tidak pernah saya lakukan dan saat bersamanya saya melepaskan semua titik malu saya untuk menari mengikuti dia.

Melihat dia tetawa lepas membuat saya serasa memiliki seorang yang sebenernya tidak pantas untuk dilukai. Gigi kelincinya yang merupakan nilai tambah dari kemanisan wajahnya sangat ingin sekali saya miliki. Mata yang sangat memancarkan rasa sayang kepada saya yang pada saat bersamaan pula saya tidak bisa mendapatkan sepenuhnya rasa sayang itu.

Membiarkannya pergi mungkin ini adalah kesalahan yang terbesar saya. Namun itu yang terbaik untuk dirinya. Untuk ketenangan hatinya. Untuk semua hal yang tidak pernah saya berikan kepadanya. Semoga pada saat bertemu saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih baik sebagai sesorang yang bisa menghormati dia dan memberikan batasan kalau saya hanyalah teman untuk dia. Untuk seorang







Sunday, October 10, 2010

Jujur pada saat sekarang ini gw pengen menikmati kedekatan gw sebagai teman, walaupun tidak bisa dipungkiri masih ada perasaan senang kalo sedang bareng dia. senang karena bisa ketemu sama dia.
cuma gw ngga bisa lebih dari sekedar teman dengan dia, karena memang sudah tidak bisa diperbaiki lagi lubang di hatinya yang telah gw rusak itu. lubang yang tiak akan pernah sembuh dan akan selalu membekas.

gw mengaku memang cukup jahat dan tidak PASTI untuk bersamanya karena selalu ada keragu-raguan di dalam diri gw yang bikin dia terluka sehingga tidak bisa dilanjutkan lagi.
Pada saat gw melihat gambaran dirinya didalam sebuah kotak berukuran 10 cm selalu membuat gw merasa kesal, kesal karena gw ngga bisa menpatkan hati pada dirinya, kesal karena gw terlalu diam dan tidak bisa bertindak kepada dirinya, kesal dengan sifat gw yang bukan menunjukkan sebuah keyakinan.

namun semua itu menjadi jalan cerita kehidupan yang gw pernah ada disitu. seandainya waktu bisa dibalik?



Monday, October 4, 2010

Katak



Oktober.. yup bulan oktober ini adalah bulan dimana sang katak mendapatkan kejelasan. kejelasan dari sebuah kehidupan yang selama ini tertutup oleh kabut dan asap yang begitu tebal. kabut tebal itu terhapus oleh tarian hujan yang indah den mempesona.

Sang katak mendapatkan kembali air yang telah lama tidak ia rasakan kelembapannya. Hujan pun menari-nari melihat sang katak yang riang gembira. Namun di hati sang katak masih terdapat sebuah lubang yang sangat besar. Lubang yang membuat sang katak ragu akan genangan air yang ada di depannya.

Sang katak pun masih mencari-cari arti dari sebuah genangan tersebut. apakah sang katak akan langsung menceburkan diri kedalam genangan tersebut atau ia hanya mencoba menurunkan kaki kedalam genangan air yang cokelat itu?

Sang katak meragukan genangan air didepannya. semakin keras ia berfikir semakin ragu apa yang ada didepannya. ia berfikir bila langsung menyelamkan diri kedalam genangan tersebut akan langsung tenggelam? atau bisa saja dimakan oleh sang ular yang sudah bersembunyyi di air tersebut.

Hingga kini sang katak masih dalam keraguan


Tuesday, September 21, 2010

Hari ini seorang teman pergi meninggalakan jejak disini
pergi bukan untuk tak kembali
tetapi pergi untuk mecari sesuatu yang sangat di ingini

kami semua akan sangat merindukan canda tawa yang engkau beri
kami akan merindukan pelukan yang seperti mentari
kami akan merindukan caci maki yang tiap hari dikeluarkan oleh ketelinga ini

kami menanti engkau kembali
kami menanti cerita yang akan dibagi
kami menanti bercanda kembali
selamat jalan kawan kami Srikandi



Sunday, September 5, 2010

Aku dan Siput





Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa siput jalan-jalan. Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak, setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.

Aku mendesak, menghardik, memarahinya, keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata : "aku sudah berusaha dengan segenap tenaga..."

aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.

Sungguh aneh, mengapa tuhan memintaku mengajak seekor siput berjalan-jalan? Ya tuhan! Mengapa? Langit sunyi-senyap...

Biarkan saja siput merangkak di depan, aku kesal di belakang. Pelankan langkah, tenangkan hati...

Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga. Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut. Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing. (mang cacing mendengung?! Tawon kalii??) aku lihat langit penuh bintang cemerlang. Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini? Barulah aku teringat, mungkin aku telah salah menduga!

Ternyata tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalau aku berjalan sendiri dengan cepatnya.

"he's here and with me for a reason"

saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi, haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu. Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan. Saat bertemu penolongmu, ingat untuk bersyukur padanya. Karena ia lah yang mengubah hidupmu.

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih. Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci, sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, baik-baiklah berbincanglah dengannya. Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, berkatilah dia.
Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu. Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu.

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya. Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup, berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu. Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati.


Saturday, September 4, 2010

Sudah lama tidak posting dan mengeluarkan isi dari kepala saya. Dan disaat yang bersamaan itu juga saya mengalami perubahan sifat yang amat sangat drastis. Hampir 23 tahun saya menjalani kehidupan ini dengan sangat lurus dan baik, namun di umur sekarang inilah saya menjadi sangat tidak menghargai arti dari sebuah hubungan.
____________________________________________________________________________________________________________________

Saya merasa seperti hewan yang tidak pernah bertanggung jawab kepada apa yang telah dilakukannya, yang hanya berfikir dengan insting, tidak dengan sebuah pemiiran yang matang seperti Albert Enstein.
Saya bukannya tidak ingin bertanggung jawab tetapai, saya butuh sebuah keyakinan dan kepastian untuk mejalin hubungan dengan orang baru tersebut. Namun kenapa pada saat saya ingin memulai hubungan itu terlintas pikiran masa lalu yang menghalangi saya, sehingga dia pun berpaling melupakan saya. Yang dia mengira saya hanyalah seorang buaya yang tidak pernah bisa menepati janji2 saya kepada dia.

Hubungan saya dengan dia pun berakhir dan saya berteman dengan masa lalu lagi.
___________________________________________________________________________________________
Di titik ini saya ingin sekali kembali ke dalam diri saya yang dulu. kembali untuk fokus kepada apa yang saya ingin capai dan pertahankan. kembali untuk menyaangi orang yang saya sayangi dan kembali menjadi seorang beta yang tidak pernah bertindak senonoh dalam kehidupan.
sebenarnya saya ingin kembali kepada dia. apakah saya bisa kembali kepadanya? hanya saya yang bisa merubah itu semua.

#inginmelewatibagianhidupyangini